Menghitung Angsuran PPh Pasal 25 Bagi Wajib Pajak Baru Hasil Penggabungan Usaha
Sumber: Magnific
Angsuran PPh Pasal 25 untuk Wajib Pajak baru dalam rangka penggabungan, peleburan, dan/atau pengambilalihan usaha pada sisa Tahun Pajak berjalan ditetapkan sebesar penjumlahan Angsuran PPh Pasal 25 dari seluruh Wajib Pajak yang terkait sebelum penggabungan, peleburan, dan/atau pengambilalihan usaha.
Untuk lebih memahami bagaimana menghitung Angsuran PPh Pasal 25 bagi Wajib Pajak baru dalam rangka penggabungan, peleburan dan/atau pengambilalihan usaha, berikut ini merupakan contoh penghitungan Angsuran PPh Pasal 25 sebagaimana tertuang dalam PMK Nomor 81 Tahun 2024:
Pada bulan Mei tahun 2024, PT X dan PT Y melakukan penggabungan usaha, sehingga terbentuk badan usaha baru yaitu PT Z. Angsuran PPh Pasal 25 PT X pada bulan April adalah sebesar Rp250.000.000 dan angsuran PPh Pasal 25 PT Y adalah sebesar Rp450.000.000. Sehingga, untuk besarnya angsuran PPh Pasal 25 sampai dengan akhir tahun pajak adalah:
= Rp250.000.000 + Rp450.000.000
= Rp700.000.000
Jadi, berbeda dengan Wajib Pajak baru hasil pemekaran usaha di mana Angsuran PPh Pasal 25-nya dihitung berdasarkan proporsi nilai harta dari masing-masing entitas, penghitungan Angsuran PPh Pasal 25 untuk Wajib Pajak baru hasil penggabungan usaha tinggal menjumlahkan Angsuran PPh Pasal 25 masing-masing entitas.