DJP Hapus Sanksi Administratif Atas Keterlambatan Pembayaran Pajak dan Pelaporan SPT

Sumber: Freepik
Sebagai respon atas kendala yang masih dihadapi oleh Wajib Pajak dalam pengimplementasian sistem Coretax, Direktur Jenderal Pajak (DJP) melalui Keputusan Jenderal Pajak nomor KEP-67/PJ/2025 memutuskan untuk menghapuskan sanksi administratif dalam hal Wajib Pajak mengalami keterlambatan dalam pembayaran dan/atau penyetoran pajak yang terutang dan pelaporan pajak atau penyampaian SPT.
Penghapusan sanksi administratif atas keterlambatan dalam pembayaran dan/atau penyetoran pajak terutang, meliputi pembayaran atas pajak terutang berikut ini:
1. PPh Pasal 4 Ayat (2), selain Pajak Penghasilan Pasal 4 Ayat (2) yang terutang atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan, PPh Pasal 15, PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, PPh Pasal 25 dan PPh Pasal 26 yang terutang untuk Masa Pajak Januari 2025;
2. PPh Pasal 4 Ayat (2) yang terutang atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan untuk Masa Pajak Desember 2024 dan Masa Pajak Januari 2025;
3. PPN atau PPnBM yang terutang untuk masa Pajak Januari 2025;
4. Bea Materai yang dipungut oleh Pemungut Bea Materai untuk Masa Pajak Desember 2024 dan Masa Pajak Januari 2025.
Penghapusan sanksi administratif atas keterlambatan dalam pelaporan pajak atau penyampaian SPT, meliputi pelaporan atau penyampaian SPT berikut ini:
1. SPT Masa PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 dan SPT Masa PPh Unifikasi untuk Masa Pajak Januari 2025-Masa Pajak Maret 2025;
2. PPh Pasal 4 Ayat (2) atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan untuk Masa Pajak Desember 2024 – Masa Pajak Maret 2025;
3. PPh Pasal 4 Ayat (2) atas penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu untuk Masa Pajak Januari 2025 – Masa Pajak Maret 2025;
4. PPh Pasal 25 untuk Masa Pajak Januari 2025 – Masa Pajak Maret 2025;
5. SPT Masa PPN untuk Masa Pajak Januari 2025 – Masa Pajak Maret 2025; dan
6. SPT Masa Bea Materai untuk Masa Pajak Desember 2024 – Masa Pajak Maret 2025.