Topik: PERPAJAKAN DAN PENERIMAAN

1.) Jokowi Janjikan Insentif Besar

Presiden Joko Widodo menjanjikan beberapa skema insentif fiskal untuk mendukung perkembangan industri otomotif. Salah satunya, kata Jokowi, adalah pemangkasan pajak yang cukup agresif. Menurut Jokowi, ada tiga insentif yang disiapkan, yakni tax allowance atau keringanan pajak, tax holiday atau pembebasan pajak sementara waktu, dan yang terbaru adalah super deduction tax. Jokowi mengatakan super deduction tax adalah pemangkasan penghasilan kena pajak untuk pelaku industri yang sedang mendorong kegiatan vokasi atau pendidikan kejuruan. (Koran Tempo)

2.) Penerimaan Bea Cukai Cetak Rekor

Relisasi penerimaan bead an cukai sampai akhir Juli 2019 sebesar Rp93,28 triliun atau 48,08% dari target dalam anggaran 2018. Realisasi penerimaan bea dan cukai ini tumbuh 16,98% secara tahunan (yoy). Ini merupakan pertumbuhan tertinggi dibanding periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya dimana realisasi penerimaan bea cukai adalah Rp79,8 triliun, Rp73,4 triliun, dan Rp86,2 triliun di tahun 2017,2016, dan 2015 secara berturut-turut. (Kontan)

Topik: EKONOMI DAN BISNIS

1.) Pengambilalihan Freeport Terkunci Status IUPK

Transaksi pengambilalihan 52% saham PTFI masih terkunci oleh pembiayaan dan status izin Freeport. PT Inalum belum bisa membayar US$3,85 miliar atas nilai pembelian yang sudah disepakati antara Inalum, Rio Tinto, dan Freeport McMoran Inc. selain itu, pemenuhan pembiayaan pinjaman bank belum bisa terlaksana lantaran harus menunggu IUPK selesai terlebih dahulu. (Kontan)

2.) Rupiah Tertahan Pembelian Valas

Risiko penempatan aset finansial rupiah mulai berkurang. Namun, penguatan rupiah masih tertahan karena pembelian valas dalam jumlah besar oleh korporasi. Aliran dana asing ke Surat Berharga Negara (SBN) menunjukan tren positif. Namun, aliran dana itu belum dapat memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah pada 2/8/2018 sebesar Rp 14.446 per dollar AS. Kendati demikian, nilai tukar rupiah semakin stabil. Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah Redjalam mengatakan, BI telah berupaya meredam dana asing keluar dari pasar keuangan dalam negeri dengan menaikkan suku bunga acuan 100 basis poin pada paruh pertama tahun ini. (Kompas)

3.) Swasta Didorong Lebih Berperan di Infrastruktur

Pemerintah selama ini sudah berupaya membangun infrastruktur dengan menggunakan APBN dan APBD, serta melibatkan pihak swasta. Namun, keterlibatan swasta masih terbatas di sejumlah sektor. Swasta hanya mau ikut dalam proyek infrastruktur bila memang menguntungkan secara ekonomi, seperti sektor pelabuhan, bandara, tol, dan pembangkit listrik. (Media Indonesia)

4.) Darmin Optimis B20 Atasi Defisit Neraca Perdagangan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution optimistis kebijakan biodiesel 20% (B20) akan membantu mengatasi masalah defisit neraca perdagangan, terutama hingga akhir 2018. Pasalnya, kebijakan tersebut akan mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 1,74 miliar pada Juni 2018. Namun, neraca perdagangan Indonesia sepanjang semester I-2018 tercatat masih defisit US$1,02 miliar, dibanding semester I-2017 yang mencatat surplus US$7,66 miliar. Pemerintah secara umum berupaya untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi impor. Namun, pemerintah juga mengambil langkah spesifik untuk mengatasi defisit neraca perdagangan tersebut. (Investor Daily)

Contact us:
www.enforcea.com | twitter : @enforcea_info
fb : /EnforceA | contact@enforcea.com |
WA : 0813 1407 9696

Share this page .Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someonePrint this page