Tax Consulting


flash newsTopik: PERPAJAKAN DAN PENERIMAAN

1. Presiden Jokowi : Pajak 2018 Lebih Ramah Bisnis

Pemerintah akan menerapkan kebijakan perpajakan yang lebih ramah bisnis (business friendly) untuk menjaga dunia usaha tetap tumbuh meski target penerimaan perpajakan. Naik 9,3% menjadi Rp. 1.609,38 trilium dalam RAPBN 2018 dibanding Rp. 1.472,70 triliun dalam APBN-P 2017. Salah satu kebijakan ramah bisnis yang disiapkan pemerintah adalah memberikan insentif pajak. (Investor Daily)

2. Kemenkeu Mengusulkan Lagi Cukai Plastik

Setelah mundur dua tahun dari rancangan awal, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali mengusulkan pengenaan cukai plastik pada tahun depan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yakin, usulan pengenaan cukai plastik pada tahun depan akan disetujui karena sudah dibicarakan dengan kementerian dan lembaga terkait.

Pemerintah ngotot untuk mengenakan cukai pada plastik dengan tujuan untuk mengurangi konsumsi plastik. Plastik selama ini diaggap tidak ramah lingkungan karena berkontribusi besar terhadap pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, menkeu menyatakan, pemeritah menilai perlu ada pembatasan penggunaan plastik di Indonesia. (Koran Kontan)

3. Perlu Upaya Keras Kejar Target Perpajakan 2018

Pemerintah mematok penerimaan perpajakan (pajak dan bea cukai) sebesar Rp1.609,4 triliun pada tahun depan. Jumlah itu lebih tinggi 9,3% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) tahun ini yang sebesar Rp1.472,7 triliun. Dari jumlah itu, penerimaan yang datang dari setoran pajak saja pada tahun depan ditargetkan sebesar Rp1.415,28 triliun, naik 10,3% dari target 2017 yang sebesar Rp1.283,57 triliun.

Menurut Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo, secara umum, target perpajakan pada tahun 2018 lebih moderat dan realistis. Target pertumbuhan sebesar 9%-10% berada di bawah target pertumbuhan 2017. “Namun, jika kemudian patokannya adalah realistis pajak pada tahun ini yang diperkirakan hanya 91% dari target, maka ada selisih sekitar 18% untuk mengejar target tahun depan. Hal ini memerlukan usaha yang ekstra dan lebih berat dari tahun ini,” katanya. (Koran Kontan)

Topik: EKONOMI DAN BISNIS

1. Rp 269 Triliun untuk 10 Program Prioritas

Pemerintah menyiapkan anggaran senilai Rp 269,1 triliun dalam Rancangan APBN 2018 untuk membiayai belanja 10 program prioritas nasional yang diharapkan menjadi salah satu pendorong perekonomian pada tahun depan. 10 program tersebut adalah program pendidikan, program kesehatan, perumahan dan permukiman, perkembangan dunia usaha dan pariwisata, ketahanan energi, ketahanan pangan, penanggulangan kemiskinan, program infrastruktur, program pembangunan wilayah dan program politik, hukum dan pertahanan. (Bisnis Indonesia)

2. Kerja 2018 adalah Akselerasi

Rencana kerja pemerintah pada 2018 adalah memacu investasi dan infrastruktur untuk pertumbuhan dan pemerataan. Targetnya pertumbuhan sebesar 5,4%. Sebagai bagian dari strategi pencapaian, pemerintah akan menumbuhkan ekonomi Maluku, Papua, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara. Hal ini disampaikan presiden Joko Widodo dalam pidato penyampaian keterangan pemerintah atas RAPBN 2018. (Kompas)

3. Beleid Anggaran 2018 Harus Realistis

Pemerintah telah menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 pada Rabu (16/8). Rancangan beleid anggaran negara ini menyiratkan optimisme pemerintah terhadap ekonomi tahun depan. Sebagian pelaku pasar berharap pemerintah realistis memasang target. Sebab, tantangan ekonomi tahun depan masih berat. “Jika melihat kondisi di lapangan, target itu belum bisa tercapai,” ujar Reza Priyambada, Analis Senior Binaartha Parama Sekuritas. (Koran Kontan)

4. Demi Pertumbuhan yang Merata

Mengacu pada konfigurasi proyeksi angka-angka dalam RAPBN 2018, pemerintah kiranya menjalankan kebijakan fiskal ekspansif. Kebijakan ini menaikkan belanja negara dan menurunkan tingkat pajak, bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat.

Kita boleh optimistis target pertumbuhan ekonomi 5,4% dalam RAPBN 2018 bisa tercapai. Pemerintah harus berupaya keras menjalankan rencana kerja, agar angka-angka di RAPBN 2018 bukan hanya indah dalam data, melainkan juga indah dalam fakta. Fokus RAPBN 2018 ialah menstimulus pertumbuhan ekonomi secara merata. (Media Indonesia)

5. OJK Yakin Suku Bunga Kredit Turun

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso yakin suku bunga kredit mampu menyentuh single digit. Upaya yang OJK lakukan antara lain meningkatkan efisiensi perbankan dengan penerapan teknologi, juga strategi alokasi yang lebih baik kepada segmen-segmen yang membutuhkan pembiayaan dan prospek yang lebih baik.

Tahun depan inflasi diperkirakan lebih rendah daripada terget dalam APBN-P 2017 yang sebesar 4,3%. Laju inflasi berpengaruh pada besaran bunga dana perbankan. (Media Indonesia)

6. Tahun Depan Pemerintah Alokasikan THR Pensiunan PNS

Kabar gembira bagi para pensiunan pegawai negeri sipil (PNS). Sebab tahun depan, pemerintah bakal semakin royal dengan memberikan tunjangan hari raya (THR) dan menaikkan biaya lauk pauk bagi TNI dan Polri. Pemberian THR para pensiunan PNS masuk menjadi langkah perubahan program dalam Rancangan Anggaran dan Belanja Negara (RAPBN) 2018. “THR termasuk tunjangan melekat di dalamnya dikaji untuk PNS diberikan gaji ke-13 dan THR,” kata Sri Mulyani, Menteri Keuangan. (Koran Kontan)

7. Eksekusi Tidak Mudah

Eksekusi isi peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2017 tentang peta jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik 2017-2019 dianggap tidak mudah. Di dalamnya ada 31 inisiatif terkait percepatan pengembangan industri perdagangan secara elektronik. Semua inisiatif itu harus dikerjakan lintas kementerian atau lembaga selama dua tahun. (Kompas)

Contact us:
www.enforcea.com | twitter : @enforcea_info
fb :/EnforceA | contact@enforcea.com |
WA : 0813 1407 9696

Contact Us

Publication

Enforce A Flash News 16 November 2017
Enforce A Flash News 10 November 2017
Enforce A Flash News 8 November 2017

Read More

Partner in Charge

I Wayan Sudiarta
+62 877 7531 2419
wayan.sudiarta@enforcea.com
Related Post