Tax Consulting


flash newsTopik: PERPAJAKAN DAN PENERIMAAN

1. Penerapan Cukai Otomatis Harus Adil

Pemerintah kembali menyasar objek baru barang kena cukai. Kini, emisi kendaraan bermotor tengah diincar untuk dikenai cukai. Rencana penerapan cukai kendaraan ini menjadi alternatif untuk mengganti penerapan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Besarnya tarif cukai ini menyesuaikan dengan jumlah emisi yang dihasilkan oleh kendaraan. Dengan kata lain, semakin besar emisinya, semakin tinggi pula tarif cukai yang dipungut pemerintah. Begitu pula sebaliknya. (Kontan)

2. Reformasi Perpajakan Harus Dituntaskan

Komisi XI DPR RI menganggap realisasi penerimaan pajak yang tak pernah mencapai target menjadi tolok ukur bahwa proses reformasi perpajakan mesti segera dituntaskan. Dengan reformasi diharapkan masyarakat nyaman membayar pajak, ada saling kepercayaan, transparansi, dan keterbukaan informasi sehingga pendapatan pajak akan tumbuh denban baik.

Berdasarkan data, realisasi penerimaan pajak hingga Senin (6/11) baru mencapai Rp869,6 triliun atau 67,7% dari target APBN Rp1.283,6 triliun. Dalam reformasi perpajakan, pemerintah sedang mematangkan core tax system yang merupakan sistem teknologi informasi yang menyediakan dukungan terpadu bagi pelaksanaan tugas Ditjen Pajak termasuk otomasi proses bisnis mulai dari pendaftaran WP hingga fungsi taxpayer accounting. (Bisnis Indonesia)

3. DJBC Lancarkan Tiga Jurus

Menjelang akhir tahun, sejumlah strategi digenjot untuk mengejar penerimaan Bea dan Cukai yang ditargetkan di APBN sebesar Rp189,1 triliun. Kepala Sub Direktorat Penerimaan DJBC, Rudy Rahmadi mengatakan, setidaknya ada tiga strategi yang bakal diterapkan.

Pertama, meningkatkan sinergi pengamanan antara unsur pusat kantor wilayah dengan satuan kerja dalam skema excise connection. Kedua meningkatkan intensitas penindakan rokok ilegal. Ketiga, memfasilitasi kelancaran administrasi pemesanan pita cukai dan pembayarannya agar tidak terjadi kendala dalam mengoptimalkan penerimaan tersebut. (Bisnis Indonesia)

Topik: EKONOMI DAN BISNIS

1. Pertamina Optimistis Blok Mahakam Menguntungkan

PT Pertamina (persero) melalui anak usaha mereka, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), optimistis mampu menjaga tingkat produkstivitas Blok Mahakam di Kalimantan Timur. Pertamina akan memberikan kontribusi migas sebesar 24% dari total produksi migas nasional. (Media Indonesia)

2. Pemerintah Belum Berniat Bentuk FTZ Digital

Pemerintah Indonesia belum berniat membentuk kawasan perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) digital untuk mengantisipasi booming transaksi secara elektronik (e-commerce) di kawasan Asia Tenggara, seperti yang dilakukan Malaysia. Meski demikian, tetap optimistis Indonesia bisa menjadi pemain utama ekonomi digital di ASEAN. (Investor Daily)

3. Produksi Blok Mahakam Turun Tahun Depan

Pertamina menyatakan, produksi gas bumi di Blok Mahakam hanya sekitar 1.041 mmscfd di tahun depan. Target itu turun 20 ersen dibanding rencana produksi rata-rata tahun ini sebesar 1.309 mmscfd. Penurunan ini terjadi lantaran pengeboran sumur terlambat dari jadwal. Sebelumnya, menteri ESD Ignasius Jonan memerintahkan agar produksi Blok Mahakam dipertahankan. Namun, Menurut direktur PT. Pertamina hulu Indonesia, mepertahankan produksi blok Mahakan sulit dilakukan karena wilayah kerjanya telah uzur. (Tempo)

4. Wapres Dorong Cara Praktis

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengajak seluruh pemangku kepentingan mengkampanyekan sekaligus mengimplementasikan ekonomi syariah dengan cara-cara praktis dan mudah dipahami masyarakat. Hal ini diharapkan mempercepat perkembangan ekonomi syariah. (Kompas)

Contact Us

Publication

Enforce A Flash News 16 November 2017
Enforce A Flash News 10 November 2017
Enforce A Flash News 8 November 2017

Read More

Partner in Charge

I Wayan Sudiarta
+62 877 7531 2419
wayan.sudiarta@enforcea.com
Related Post